Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Setelah menerima surat mendesak dari pamannya, Kolonel Igor Ilyich Rostanev, seorang pemuda dari St. Petersburg bernama Sergey Alexandrovich, datang ke Desa Stepanchikovo untuk menyelesaikan persoalan pelik dalam rumah tangga sang kolonel. Setibanya di sana, dia mendapati keluarga pamannya ternyata berada di bawah pengaruh kuat Foma Fomitch—pria yang tampak bijaksana dan penuh petuah, namun sesungguhnya haus akan pujian dan kekuasaan. Dengan manipulasi dan retorika, Foma telah berhasil mengendalikan seluruh penghuni rumah, termasuk memaksakan pandangan dan keputusannya atas nama moralitas dan kebajikan. Konflik memuncak saat Foma Fomitch mencoba menggagalkan pernikahan sang kolonel dengan wanita yang dicintainya, dan malah hendak menjodohkannya dengan wanita lain. Sergey Alexandrovich, yang berperan sebagai narator dalam kisah ini pun terjebak dalam pusaran drama, intrik, dan absurditas sosial yang menguak betapa mudahnya orang-orang tunduk pada kekuasaan semu yang berbalut keangkuhan rohani. Di tengah semua itu, muncul pertanyaan tentang siapa sebenarnya yang waras, siapa yang tulus, dan siapa yang hanya memainkan peran demi keuntungan pribadi. Melalui tokoh-tokoh eksentrik dan situasi yang kerap menyerempet komedi, Dostoevsky menghadirkan satir tajam terhadap kemunafikan, kepura-puraan moral, dan kerapuhan karakter dalam masyarakat bangsawan Rusia. Meskipun ditulis dengan gaya yang lebih ringan dibanding karya-karya besarnya yang lain, novel ini menyimpan pengamatan mendalam tentang relasi kekuasaan, kehendak bebas, dan absurditas manusia ketika berhadapan dengan sosok yang memonopoli kebenaran.
Di “Kubus”, penjara super canggih Israel, Nahr mengenang hari-hari kemarin; ketika dia kawin muda lalu ditinggal minggat suami dan jadi warga kelas dua di Kuwait, terusir ke Yordania, lalu jatuh cinta pada gerilyawan di Palestina, tanah leluhurnya. Hidup Nahr babak belur. Digebuk kuasa dengan banyak alias: Zionis, Imperialis, Patriarki. Namun, toh Nahr tetap bertahan selama puluhan tahun dipenjara—belasan tahun di Kubus, belasan tahun di dunia tanpa cinta—untuk menunaikan tugas maha berat: tetap hidup.
Dam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita. Hidup Ping jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Meski awalnya berat hati pindah ke ibu kota, di sana Ping justru menemukan band impian yang dibentuk bersama teman-teman sekolahnya dan seorang pengamen. Band mereka, Rapijali, lantas mengikuti kompetisi band tingkat nasional. Mungkinkah Ping akhirnya menemukan apa yang hilang dari hidupnya selama ini? Dan, apakah Ping siap dengan yang ia temukan? Bahwa, hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga.
Ada sebuah salon yang menjadi terkenal dalam waktu singkat, namanya Salon Jane. Pemiliknya, Jane, adalah sosok yang tidak biasa. Di usia muda, dia cukup kaya untuk membeli gedung di Apgujeong yang ramai dan mahal dengan uang tunai. Dan, percaya atau tidak, dia mengenakan kalung berlian Blue Hope yang ditemukan pada abad ke-16. Yang paling menakjubkan, dia bisa melihat kenangan pelanggan saat menyentuh rambutnya! Ketika dia menghilang tanpa sepatah kata, hanya rumor tentang dirinya yang tersisa.
Grimalkin, seekor kucing intelektual dari era Victoria, harus kehilangan nyawanya gara-gara usia tua sekaligus keracunan timbal. Namun, bukannya segera beristirahat dengan tenang, Grimalkin justru memilih untuk menggunakan delapan nyawanya yang tersisa. Karena, pada dasarnya, kucing memiliki sembilan nyawa: tiga dipakai menetap saja, tiga dipakai berkelana, dan tiga dipakai bersukaria. Maka, bergentayanganlah Grimalkin menuju zaman-zaman yang lebih baru. Ia diberi kesempatan untuk melihat J.M. Barrie si penulis Peter and Wendy, mengintip masa penemuan penisilin, bergabung dengan orang-orang yang berlindung di bunker pada mas
GUY DE MAUPASSANT (5 Agustus 1850??6 Juli 1893) adalah penulis Prancis bergaya naturalis dan realis. Awalnya sempat mengikuti pendidikan hukum, bergabung dalam perang, dan bekerja di kementerian, Maupassant kemudian menjadikan pengalaman hidupnya sebagai materi tulisan. Maupassant berfokus pada penderitaan masyarakat kelas bawah dan telah menulis sekitar 300 cerpen, 3 naskah drama, 6 novel, dan ratusan artikel surat kabar. Maupassant sangat terkenal pada masanya dan menginspirasi banyak sekali tulisan sastra modern.
Seorang pelukis bernama Basil Hallward sedang berdiskusi dengan temannya, Henry, mengenai lukisan barunya yang bernama Dorian Gray. Mereka mendiskusikan kesempurnaan lukisan dan bagaimana Dorian dengan mudah menjadi orang paling menawan di dunia. Henry penasaran ingin bertemu dengan seorang Dorian