Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan sang pangeran melawan penjajahan Belanda.
Menceritakan perjalanan hidup Mas Karebet dari masa kecil hingga menjadi pendiri Kesultanan Pajang. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Erlangga/Emir dan dirancang khusus sebagai buku pengayaan sejarah Islam untuk siswa
Buku ini mengangkat kisah inspiratif Sultanah Safiatuddin, seorang ratu Kesultanan Aceh yang dikenal sebagai pemimpin arif, bijaksana, dan ulung dalam berdiplomasi. Selama masa kepemimpinannya, ia banyak berkontribusi bagi kemajuan Kesultanan Aceh sehingga mengubah pandangan tentang peran perempuan dalam dunia pemerintahan yang selalu dianggap kecil. Sosok dan teladannya merintis jalan bagi perempuan untuk mengambil peran aktif dalam perubahan dan kemajuan di tengah-tengah masyarakat.
Sunan Gunung Jati bernama asli Raden Syarif Hidayatullah. Ia lahir pada tahun 1448 M. Ayahnya bernama Syekh Syarif Abdullah. Ibunya bernama Nyai Rara Santang. Sunan Gunung Djati merupakan salah satu anggota Wali Songo. Ia ditugaskan untuk berdakwah di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pada tahun 1482, Sunan Gunung Jati diangkat menjadi Sultan Cirebon. Pada masa pemerintahannya, Sunan Gunung Jati berhasil melakukan perluasan wilayah dan menyebarkan ajaran Islam dengan pesat di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Ratu ing Banten, yang bergelar Abu al-Fath ‘Abdul Fattah dilahirkan pada tahun 1637 M. Nama kecilnya adalah Pangeran Surya. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘Matahari Terbit’. Ia berwajah tampan, berotak encer sejak kecil, supel dalam pergaulan, dan berakhlak luhur. Kesultanan Banten mengalami kemajuan pesat dalam bidang pemerintahan dan politik, militer, ekonomi, sosial-budaya, dan agama di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Masa-masa ini sering disebut sebagai puncak keemasan Kesultanan Banten
pejuang wanita asal Sulawesi Selatan yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Opu Daeng Risadju memiliki nama kecil Famajjah. Opu Daeng Risaju itu sendiri merupakan gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu yang disematkan pada Famajjah memang merupakan anggota keluarga bangsawan Luwu. Opu Daeng Risaju merupakan anak dari pasangan Opu Daeng Mawellu dengan Muhammad Abdullah to Barengseng yang lahir di Palopo pada 1880.[1] Opu Daeng Risadju adalah seorang keturunan dari Raja Bone XXII, La Temmasonge Matimoeri Malimongeng.