Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Beautiful World, Where are You adalah novel ketiga Sally Rooney. Novel ini bercerita tentang Alice, seorang novelis Irlandia yang sangat sukses yang, setelah mengalami gangguan saraf, telah menyewa rumah pendeta tua yang terisolasi dan berukuran besar. Terletak tiga jam dari Dublin di pinggiran kota pesisir, di mana dia tidak mengenal siapa pun, hingga pada akhirnya bertemu dengan Felix, seseorang yang bekerja di gudang pengiriman. Mereka terhubung melalui Tinder. Kemudian Alice bertanya dan mengajak Felix apakah dirinya ingin pergi ke Roma bersamanya.
Orang-orang muda mendapatkan ide bodoh bahwa apa yang baru bagi mereka pasti juga baru bagi semua orang. Tidak peduli seberapa tidak konvensionalnya mereka, mereka hanya mengulangi apa yang orang lain lakukan sebelumnya. Buku ini mengikuti Kazu, pemilik usia menengah dari sebuah restoran Jepang kelas atas yang melayani politisi. Dia bertemu dengan seorang duta besar semi-pensiunan, Noguchi, tumbuh untuk menyukainya, dan akhirnya menikah dengannya. Dari sana novel mengeksplorasi konflik yang muncul di antara keduanya, seperti ketegangan antara dunia politik, kehidupan Kazu yang sebelumnya tertata dengan baik, dan integritas Noguchi berkobar. Itu ditulis dalam gaya Jepang yang jelas, mengkhianati sedikit emosi batin karakter, serta memikirkan detail pakaian dan makanan dengan sangat rinci.
Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya, merupakan buku kumpulan cerita pendek karya Reda Gaudiamo. Dalam buku terbarunya ini, Reda merangkai tiga puluh satu cerita pendek yang mengangkat cerita tentang mereka yang sering terlewatkan pandangan kita, mulai dari kisah seorang penjual keliling dengan rahasianya, tetangga yang terlihat sederhana tapi menyimpan keberanian luar biasa, hingga seorang teman kecil yang mengajarkan arti kehilangan, dan cerita lainnya. Di balik setiap wajah yang kita jumpai, ada kisah yang nyaris tak pernah terucap. Melalui Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya, Reda Gaudiamo merangkai tiga puluh satu cerita pendek yang mengingatkan kita, bahwa hidup tidak pernah benar-benar biasa. Di tangan Reda, cerita orang-orang biasa berubah menjadi potret kehidupan yang hangat, lucu, dan terkadang menyayat—serta membuat kita sadar, mungkin kita pun salah satunya.
Na Willa duduk sendiri di sekolah, membaca Wiro, sementara anak lain asyik bermain. Kini ia di Jakarta, jauh dari rumah di dalam gang, jauh dari teman masa kecilnya, dan hari-harinya dimulai dengan murung. Hingga suatu kali Na Willa berjumpa dengan anak yang menghitung jumlah kaki kursi, anjing kecil yang bisa berubah warna, bibi yang biara dalam bahasa yang tak ia pahami, paman yang membawa koper kaleng, juga Rano Karno! Dan di antaranya, Mak dan Pak membawa kabar yang membuat Na Willa semakin sebal pada kata sabar.
Hari-hari Na Willa masih dipenuhi kegembiraan: bermain-main bersama teman-teman kecilnya, membaca buku-buku baru dari bu Juwita, atau menyanyi di RRI. Apalagi Pak kini juga mengisi hari-harinya. Pak mengantar Na Willa ke sekolah dan membelikan es krim (tanpa bilang-bilang Mak), atau mengajarinya ketak-ketik di kantor, atau bersama-sama menggambari dinding rumah (barangkali hanya rumah Na Willa yang dindingnya juga digambari bapak- bapak). Na Willa bahagia tinggal di rumah kecilnya di dalam gang. Hingga suatu hari Pak memberi kabar yang membuat dunia kecilnya terguncang.
Sekolah dalam bentuknya yang sekarang masih belum bisa sepenuhnya digantikan meski, sesungguhnya, masih banyak kesalahan mendasar yang harus diluruskan di dalamnya, baik itu kesalahan konseptual maupun praktikal. Mulai dari kerancuan tentang tujuan pendidikan, kesalahpahaman atas hakikat kemanusiaan sebagai subjek pendidikan, kekaburan tentang hakikat proses belajar, dan kemiskinan metode belajar-mengajar. Maka, kita baru bisa berharap sekolah akan lebih sesuai dengan bagaimana seharusnya sebuah institusi pendidikan atas manusia diselenggarakan jika secara terus-menerus kita mengkritiknya. Hanya dengan cara itu, dalam segala keterbatasannya, sekolah model sekarang bisa dipulihkan sebisanya sebagai tempat mendidik siswa agar dapat menjadi manusia-manusia yang merdeka, yang mampu memelihara atau bahkan dapat mengembangkan spiritualitasnya hingga setinggi-tingginya; yang dapat mencapai kebahagiaan karena kemampuannya menguasai diri, dan dalam kapasitasnya untuk memberikan kontribusi positif sebesar-besarnya bagi lingkungan tempat dia hidup dan berada.
Keindonesiaan dijangkar dan dihayati secara konkret melalui beragam realitas kehidupan sehari-hari yang rutin dan banal. Dalam kehidupan sehari-hari, keindonesiaan ada dalam kejawaan orang Jawa, keminangan orang Minang, keislaman orang Islam, kekristenan orang Kristen, dan seterusnya. Di dalam keseharian inilah keindonesiaan direproduksi secara terus-menerus. Sebagaimana Indonesia yang tak pernah sudah, manusia Indonesia pun tak pernah sudah. Homo Indonesiaensis adalah konsep yang dinamis untuk menangkap kompleksitas hubungan antara identitas lokal dan identitas nasional Indonesia.n
“Kalau mau sampai posisi atas, macam CEO gitu, berapa lama gue mesti kerja? Dan kalau mau jadi entrepreneur gimana gue harus mulai?” Di zaman yang kian terinterkoneksi ini, jalur karier tak lagi harus melewati cara lama yang konvensional dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meraih jabatan puncak atau malah menjadi owner usaha. Ada banyak entrepreneur, CEO, dan pebisnis sukses yang berhasil melejitkan potensi dan karier menuju puncak tanpa menunggu tangga birokrasi yang lamban. Nah, di buku ini, para praktisi karier dan bisnis dari berbagai bidang membagi best practices tentang bagaimana membuat career hacks yang akan mengakselerasi kemampuan dan kariermu. Dapatkan know how tentang: 1. Apa saja kompetensi yang perlu diasah dan dikuasai untuk melesat cepat 2. Bagaimana menggagas dan mengonsep ide usaha atau startup yang potensial 3. Bagaimana menjadi young talents potensial yang menjadi rebutan para headhunter Ditulis berdasarkan pengalaman para CEO, CHRO, business owner, konsultan, dan akademisi dari OneHR Community yang sudah puluhan tahun jatuh bangun di dunia karier dan bisnis, buku ini wajib menjadi bacaan para young talents Indonesia.
Setiap kali lihat rumah berantakan, kamu mengeluh, “Nanti aja deh.” Tapi, makin ditunda makin stres, dan akhirnya … kamu tetap nggak tahu harus mulai dari mana. Ingat ya, berbenah bukan soal gaya, tapi soal kenyamanan. Berbenah itu bukan kerja rodi, tapi soal strategi. Berbenah itu realistis saja—nggak perlu jadi perfeksionis atau punya waktu luang seharian. Sayo Konishi, konsultan berbenah dari Jepang dengan pengalaman lebih dari dua dekade, bakal nemenin kamu untuk bikin rumah jadi lebih nyaman dan hidup lebih tertata. Kamu akan belajar cara memilah, menyimpan barang, dan menata rumah sesuai kebutuhan kamu—bukan standar orang lain. Cocok buat kamu yang ingin hidup praktis, rapi, tapi tetap chill.