Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Grimalkin, seekor kucing intelektual dari era Victoria, harus kehilangan nyawanya gara-gara usia tua sekaligus keracunan timbal. Namun, bukannya segera beristirahat dengan tenang, Grimalkin justru memilih untuk menggunakan delapan nyawanya yang tersisa. Karena, pada dasarnya, kucing memiliki sembilan nyawa: tiga dipakai menetap saja, tiga dipakai berkelana, dan tiga dipakai bersukaria. Maka, bergentayanganlah Grimalkin menuju zaman-zaman yang lebih baru. Ia diberi kesempatan untuk melihat J.M. Barrie si penulis Peter and Wendy, mengintip masa penemuan penisilin, bergabung dengan orang-orang yang berlindung di bunker pada mas
GUY DE MAUPASSANT (5 Agustus 1850??6 Juli 1893) adalah penulis Prancis bergaya naturalis dan realis. Awalnya sempat mengikuti pendidikan hukum, bergabung dalam perang, dan bekerja di kementerian, Maupassant kemudian menjadikan pengalaman hidupnya sebagai materi tulisan. Maupassant berfokus pada penderitaan masyarakat kelas bawah dan telah menulis sekitar 300 cerpen, 3 naskah drama, 6 novel, dan ratusan artikel surat kabar. Maupassant sangat terkenal pada masanya dan menginspirasi banyak sekali tulisan sastra modern.
Seorang pelukis bernama Basil Hallward sedang berdiskusi dengan temannya, Henry, mengenai lukisan barunya yang bernama Dorian Gray. Mereka mendiskusikan kesempurnaan lukisan dan bagaimana Dorian dengan mudah menjadi orang paling menawan di dunia. Henry penasaran ingin bertemu dengan seorang Dorian
RUE du Coq d'Or, Paris, pukul tujuh pagi. Serentetan teriakan marah dan menghujat membahana dari jalanan. Madame Monce, yang bekerja di hotel kecil di seberang hotel tempatku menginap, keluar untuk bicara dengan seorang pemondok yang mendiami kamar di lantai tiga. Dia memakai sepasang sepatu kayu tanpa kaus kaki dan rambutnya yang beruban tergerai lepas. Madame Monce: "Salope! Salope! Berulang-ulang aku bilang padamu, jangan memencet serangga di dinding! Hotel ini memang punya nenekmu? Kenapa tidak kau lemparkan saja serangga itu ke luar jendela seperti orang normal? Putain!³ Salope!" Perempuan di lantai tiga: "Vache!" Teriakan-teriakan lain menggelegak pula, seiring dengan terkuaknya jendela di tiap sudut. Separuh dari warga yang tinggal di Rue du Coq d'Or pun larut dalam ingar bingar itu. Kemudian, sepuluh menit berselang, mereka tiba-tiba terdiam, ketika satu skuadron kavaleri melintas. Orang-orang berhenti berteriak demi menonton mereka. Kubeberkan adegan ini untuk melukiskan jiwa Rue hal Coq d'Or. Pertengkaran sudah pasti bukanlah satu-satunya yang terjadi di sana—tetapi tetap saja kami jarang melewatkan pagi hari tanpa mendengar cekcok macam itu. Cekcok, dan gerundelan putus asa dari mulut pedagang jalanan, dan pekik anak-anak yang berburu kulit jeruk di tepi jalan, dan nyanyian lantang serta bau sengak gerobak sampah pada malam hari, memeriahkan suasana di jalan ini. Rue du Coq d'Or adalah sebuah jalan yang sangat sempit-lembah yang terbentuk dari bangunan-bangunan tinggi dan bobrok yang doyong dengan sudut yang tak wajar, seakan-akan membeku tepat ketika sedang diruntuhkan. Semua bangunan di sini adalah hotel-hotel yang dijejali pemondok, kebanyakan orang Polandia, Arab, dan Italia. Di lantai bawah hotel-hotel ini ada banyak bistro tempat orang bisa teler cukup dengan mengandalkan uang senilai satu shilling. Pada Sabtu ini
Saat ini, kemampuan menulis ilmiah sudah menjadi keahlian wajib bagi dosen, guru, mahasiswa, dan bahkan pelajar. Malah lebih bagus lagi jika masyarakat umum juga memiliki kemampuan menulis ilmiah. Akan tetapi, banyak orang beranggapan bahwa penyusunan tulisan ilmiah adalah hal yang sulit. Memang, kemampuan menulis bukanlah keahlian yang muncul tiba-tiba, atau dapat diperoleh begitu saja dari orang lain. Butuh pelatihan diri untuk dapat menguasai keahlian penting ini. Inilah alasan hadirnya buku Betapa Mudah Menyusun Tulisan Ilmiah. Buku ini memberikan kontribusi bagi semua orang yang ingin menyusun tulisan ilmiah. Jika sebelumnya menyusun tulisan ilmiah dianggap sebagai hal yang sukar, dengan membaca buku ini pembaca diharapkan dapat terdorong untuk memiliki kemauan menulis, motivasi menulis, dan akhirnya mengembangkan fondasi kemampuan menulis yang kokoh.
Sebatang kapur dan penghapus tergeletak di bawah papan tulis itu. Tampak benar telah sangat lama tak dipakai. Demikian minim angka-angka itu sehingga tak bisa dijadikan diagram batang, diagram kue cucur atau diagram naik-naik ke puncak bukit. Rupanya di kota ini, penduduknya telah lupa cara berbuat jahat. Mata Inspektur semakin sendu menatap papan tulis itu. Keadaan yang tenteram ini perlahan-lahan membuat polisi di dalam dirinya terlena lalu berbaring, lalu pingsan, lalu mati. Inspektur sungguh khawatir. Wahai kaum maling, kemanakah gerangan kalian? Untuk pertama kalinya, Andrea Hirata menulis novel dalam genre kejahatan. Pembaca akan berjumpa tokoh-tokoh unik dengan pikiran menakjubkan, yang mudah bahagia dengan hal-hal sederhana.
Akibat perang Suriah, Salama kehilangan ibunya, Ayah dan Hamza. Dia pun harus menjaga Layla, kakak iparnya yang sedang hamil. Hamza berpesan agar Salama menjaga Layla dan calon bayinya. Satu-satunya cara menjaga Layla dari perang adalah mengungsi ke Eropa, tapi setiap kali melihat para korban perang, rasa bersalah menikam Salama. Haruskah dia pergi dari Suriah, ketika bangsanya bergelimpangan akibat perang? Keputusasaan dan ketakutan bercampur hingga mewujud dalam sosok pria bermata dingin, Khawft, yang mendorong Salama untuk pergi. Namun, Salama bertemu Kenan, pemuda bermata hijau dengan semangat membara membela negara. Kini, Salama harus memilih antara tetap tinggal untuk negaranya, ataukah pergi demi memenuhi janjinya kepada Hamza.
Mrs. Dalloway (Virginia Woolf) Nyonya Dalloway adalah novel karya Virginia Dalloway yang mengisahkan kehidupan Nyonya Dalloway, seorang wanita kelas atas di Inggris pasca Perang Dunia Pertama. Nyonya Dalloway bahkan masuk dalam daftar 100 novel terbaik berbahasa Inggris versi majalah Time. Pagi itu Clarissa Dalloway berkeliling kota London demi membeli beberapa hal untuk persiapan pesta yang akan berlangsung di kediamannya malam itu. Di sepanjang perjalanannya, ia menemui beragam hal yang mengingatkannya pada masa mudanya yang dihabiskannya di kawasan pedesaan Bourton. la teringat persahabatannya yang 'tak biasa' dengan Sally Seton dan teman lamanya Peter Walsh yang mendamba cinta Clarissa. Setibanya di rumah, tiba-tiba saja Peter Walsh datang mengunjunginya setelah bertahun-tahun merantau ke India. Kemunculan Peter membangkitkan perasaan lama. la mulai mempertanyakan keputusan-keputusan yang telah diambilnya di masa muda, apakah ia telah memilih suami yang tepat? Mengapa dulu ia lebih memilih untuk menikah dengan Richard Dalloway daripada Peter Walsh? Apakah karena Richard lebih bisa diandalkan daripada Peter yang selalu gagal di segala aspek kehidupannya?
Jean Valjean, sang tokoh protagonis, dijatuhi hukuman penjara selama 19 tahun gara-gara mencuri sepotong roti. Setelah bebas, Valjean yang penuh dendam kemudian bertobat setelah bertemu dengan Monsinyur Myriel, seorang uskup yang seperti santo. Namun, naas bagi Valjean, secara tidak sengaja ia melakukan kesalahan kecil yang membuatnya dikejar oleh Inspektur Polisi Javert. Valjean mengubah namanya menjadi Monsieur Madeleine dan berhasil menjadi walikota di sebuah kota kecil. Demi menyelamatkan nyawa seorang yang tak bersalah, Valjean pun terpaksa menyerahkan diri sehingga dihukum kerja paksa seumur hidup. Namun kemudian, Valjean berhasil melarikan diri dan mengadopsi Cossete, anak tak sah dari Fantine, seorang perempuan miskin yang pernah ditolongnya. Lalu, bagaimanakah perjalanan nasib Jean Valjean selanjutnya? Mampukah ia menebus kesalahan pada masa lalunya?