Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Buku ini buku tentang perempuan yang ditulis oleh perempuan. Perempuan mungkin lembut, tetapi perempuan juga adalah pejuang tangguh. Perempuan memang cantik, tapi cantiknya bukan hanya dari bersolek tetapi juga bersinar karena kecerdasannya. Kalis mengajak kita untuk melihat perempuan dari berbagai aspek. Banyak perempuan yang sukses dengan keluarga dan pendidikan, di sisi lain masih banyak perempuan yang masih terlilit persoalan: para ibu tunggal yang harus berjuang membesarkan anaknya, korban kawin muda, buruh perempuan tanpa upah layak, perempuan korban kekerasan, dan banyak lagi. Dan sebagai sesama perempuan, kita harusnya saling menguatkan bukan saling menjatuhkan.
Banyak orang bilang, “I hate Monday” ketika memulai hari Senin. Padahal, apa salah Senin? Pambudi, Wing, Sagita, dan Astrid, empat profesional yang sudah berkarier di berbagai organisasi dan perusahaan nasional serta multinasional punya ide mengubah I Hate Monday menjadi I Love Monday agar kita lebih bersemangat dalam menjalani hari-hari kerja. Mereka melakukan Instagram Live How’s Your Monday? setiap Senin, pukul 20.00 WIB. How’s Your Monday? membahas dunia kerja, pengembangan karier, dan leadership dengan santai, tetapi berbobot, ditambah bintang tamu yang juga profesional di bidangnya. Buku How’s Your Monday? Ini disajikan dengan cair dan bernas, agar kita bisa belajar dari para profesional kawakan tentang: 1. Tips and trick membuat CV yang persuasif, menyiasati wawancara kerja serta negosiasi gaji secara profesional. 2. Hal-hal esensial dalam dunia kerja yang perlu diketahui untuk bisa sukses lebih cepat, seperti menjalin pertemanan dengan senior, berkoordinasi, mencari mentor, dan mendapatkan coaching jitu. 3. Mengakselerasi jenjang karier, mendapatkan promosi, menjadi team leader pertama kali, membentuk support system, dll. Jangan lewatkan kesempatan belajar kepada para direktur yang berpengalaman puluhan tahun, dan dapatkan insight berharga untuk memastikan kariermu memelesat. Bukan tentang Seberapa Bagus Anda, Melainkan Seberapa Bagus yang Anda Inginkan Banyak orang pintar yang tidak berprestasi dalam hidupnya atau kariernya. mengapa kadang-kadang hanya orang biasa-biasa malah lebih berhasil? Seperti waktu kita masih di Sekolah Dasar, belum tentu juara kelasnya menjadi yang paling berhasil dalam kehidupan kita di kemudian hari. Seperti waktu lulus dari universitas, mahasiswa yang Indeks Prestasinya (IP)-nya paling tinggi belum tentu menjadi yang paling sukses di masa depan. Bahkan, yang menjadi direktur-direktur perusahaan besar, atau BUMN, biasanya IP-nya bukan yang paling tinggi, Mengapa demikian? Seandainya kita balapan mobil. Ukuran mesin mobil melambangkan Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan yang kita miliki. Semakin tinggi cc mesin mobilnya, semakin cepat mobilnya, dan semakin besar kemungkinan memenangkan balapan. Semakin tinggi IQ seseorang, semakin tinggi kemampuannya dalam belajar dan menyelesaikan masalah-masalah kompleks di pekerjaan. IQ itu penting! Tetapi, IQ bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan kita. Kadang-kadang percuma punya mobil dengan mesin yang besar dan cc yang tinggu, tetapi ternyata tidak bisa menyetir. Sama persis, tidak ada gunanya punya kecerdasan tinggi, tetatpi tidak bisa bekerja sama dengan timnya, tidak mampu mengorganisasi pekerjaannya, dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Nah, faktor-faktor inilah yang termasuk dalam Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosi. Jadi, kita perlu menyeimbangkan IQ dan EQ, terutama dalam pekerjaan. Dalam berkarier, hal pertama yang dibutuhkan untuk memulai adalah kecerdasan. Namun, seiring berjalannya waktu, dalam pekerjaan pasti kita berada pada situasi harus berinteraksi atau bekerja sama atau menghadapi konflik dengan orang lain. Bahkan, terkadang kita harus mengerjakan suatu proyek yang stuktur organisasinya berupa matriks, yang mengharuskan kita berinteraksi dengan karyawan lain di luar departemen kita. Dalam situasi itu, kita memerlukan influencing skills (keterampilan memengaruhi) yang didasari oleh kecerdasan emosi. Semakin tinggi level jabatan seseorang di perusahaan, semakin diperlukan pula keterampilan memengaruhi tersebut. Ada empat ciri khas seseorang yang memiliki kecerdasan emosi, yaitu: - Mengerti diri sendiri (understanding ourselves) - Memahami orang lain (understanding others) - Mengendalikan diri sendiri (controlling ourselves) - Mengendalikan orang lain (controlling others) Dalam pekerjaan sehari-hari, keterampilan memengaruhi ini sangat diperlukan, terutama saat kita memerlukan persetujuan, kerja sama, atau kontribusi dari orang lain. Misalnya, ketika kita memimpin sebuah proyek dalam perusahaan, keterampilan untuk dapat memengaruhi para pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci sukses proyek tersebut. Pada salah satu perguruan tinggi favorit Indonesia, ada tulisan besar di depan kampusnya, "Selamat Datang Putra-Putri Terbaik Indonesia." Dan, memang perguruan tinggi itu terkenal sebagai yang paling sulit masuknya. Para mahasiswa yang berhasil masuk adalah yang pintar-pintar. Namun, ternyata dalam dunia kerja, belum tentu mereka yang jadi direkturnya. Bahkan, di sebuah perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, ada ratusan lulusan dari perguruan tinggi tersebut, tetapi Direktur Utamanya lulusan perguruan tinggi swasta kelas tiga. Jadi, intinya bukan hanya IP atau IQ atau kecerdasan, melainkan perlu ada keseimbangan antara 4 hal ini: - Intellihence Quotient (EQ) - Emotional Quotient (EQ) - Adversity Quotient (AQ) - Stress Management Jika dianalogikan dengan mobil. kecerdasan (IQ) itu diibaratkan sebagai mesin mobil. Semakin tinggi ukuran mesin, semakin bagus dan mobil semakin kencang. EQ diumpamakan sebagai kemampuan menyetir mobil. Semakin bagus kemampuan menyetirnya, semakin berkurang kemungkinan untuk menabrak. Dalam pekerjaan, terkait dengan kemampuan bekerja sama dengan timnya, mampu mengorganisasi pekerjaannya, dan mampu berkomunikasi dengan baik, untuk mengurangi kemungkinan konflik dengan orang lain.
Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial.
Orang-orang hebat sudah membuktikannya. Bintang basket Kobe Bryant mengaku bahwa semua gerakannya di lapangan dia curi dari para idolanya. Untuk menciptakan komputer Mac, Steve Jobs mencuri ide dari Xerox. Beatles awalnya adalah band yang menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain. Tak ada yang orisinal. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada. Dan kreativitas tidak pernah lahir begitu saja, butuh proses juga perlu diasah. Mencuri ide adalah awal menumbuhkannya. Kreatif adalah melihat dari sudut pandang berbeda. Kreatif adalah mampu menyiasati keterbatasan. Kreatif adalah menemukan solusi terbaik dari permasalahan. Buku ini mengembangkan kreativitasmu, siapa pun kamu, dalam bidang apa pun kamu berkarya.
Jatuh Cinta kepada-Nya Memaknai Dimensi Spiritual Cinta dan Patah Hati. Seseorang yang tak pernah mencintai, tak akan pernah bisa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Maka, mencintai hal-hal yang bersifat duniawi menjadi penting sebagai persiapan mencintai Tuhan. Meski cinta kepada manusia ada batasnya, tapi mengajarkan hati untuk berkorban, memberi manfaat, dan hidup bermakna. Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta tidak sekadar relasi antarmanusia, tetapi berakar pada kasih sayang Ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga, cinta tidak hanya menghangatkan jiwa, tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi. Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Palestina—yang kini dianggap mahakarya dalam genre novel grafis atau jurnalisme komik—masih relevan hingga kini. Buku ini menjadi bukti bahwa tragedi yang menimpa rakyat Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun. Buku ini juga menggambarkan ketangguhan rakyat Palestina yang tak mudah menyerah terhadap pendudukan Zionis. Dengan gaya jurnalismenya yang nyeleneh sekaligus menusuk, Joe Sacco tidak hanya menyajikan fakta tentang kekejaman dan kebrutalan Israel, tapi juga menyuguhkan pengalaman autentik dan resiliensi rakyat Palestina di bawah kolonialisme Israel.
Jika Anda membaca Ensiklopedia Islam yang tujuh jilid dan mencari informasi tentang Wali Songo, dijamin tidak akan menemukannya. Itu artinya, pada masa depan--kira-kira 20 tahun ke depan—Wali Songo akan tersingkir dari percaturan akademis karena keberadaan mereka tidak legitimate dalam Ensiklopedia Islam. Wali Songo ke depan akan tersingkir dari ranah sejarah dan tinggal mengisi ruang folklore sebagai cerita mitos dan legenda. Anehnya, di dalam Ensiklopedia Islam itu tercantum kisah tiga serangkai haji: Haji Miskin, Haji Sumanik, Haji Piabang sebagai pembawa ajaran Islam (Wahabi) ke Sumatra Barat. Itu berarti, anak cucu Anda kelak akan memiliki pemahaman bahwa Islam baru masuk ke Nusantara pada tahun 1803 Masehi, yaitu sewaktu tiga serangkai haji itu menyebarkan ajaran Wahabi ke Sumatra Barat.
Ada begitu banyak hal baru yang setiap harinya harus kita pelajari. Entah karena tuntutan jenjang karir di pekerjaan, materi atau tugas kuliah yang harus dibaca dan diselesaikan, hingga seminar atau boot camp yang ingin kita ikuti demi meningkatkan skill