Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Kumpulan esai kehidupan santri di pesantren yang syarat nilai-nilai kehidupan dan disertai dengan kisah-kisah santri yang mengelitik.
Agama memiliki kekuatan untuk mengubah manusia langsung dari tatanan batin mereka. Demikian pula agama Islam. Salah satu perubahan yang dapat Islam berikan adalah perubahan paradigma: Umat bisa belajar memandang dunia secara ekosentris, yakni pandangan yang tidak mengecilkan alam dan tidak memberi hak pada manusia untuk merusak alam, baik secara sadar atau tidak sadar.
Cak Dlahom adalah seorang duda tua yang tinggal di sebuah gubuk kecil yang berada di sebelah kandang kambing Pak Lurah. Banyak warga sekitar yang menganggapnya dia tidak waras, padahal sebenarnya tidak. Dia memiliki ilmu agama yang cukup tinggi, tetapi tindakannya dalam memahami permasalahan ibadah sangat berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Sering kali aksi Cak Dlahom sering membuat warga kampungnya geger. Suatu ketika ia berlari kesana kemari tanpa sehelai kain, selain itu ia pernah menyumbangkan tanah kuburan dengan diangkutnya sendiri kepada panitia pembangunan masjid. Tingkah lain nya dimana dia membawa obor di tangannya dan berlari mondar mandir di depan masjid.
“Lah, memang kita selama ini hidup harus selalu pakai itu. Kita nggak pernah dan nggak boleh ke mana-mana memang. Lah masa nggak ke mana-mana kok disuruh kembali. Rumahku itu ya Al-Quran dan As-Sunnah. Lah ngapain aku disuruh kembali kalau aku sudah di dalam rumah? Jangan-jangan justru yang mewanti-wanti itu yang sebenarnya belum kembali?”
Kamu mungkin merasa takut sekaligus malu ketika pertama kali mengalami menstruasi. Takut karena ini adalah pengalaman “asing” yang akan terus datang di bulan-bulan berikutnya. Malu karena semua orang menganggap menstruasi adalah hal “kotor” sehingga kamu harus menyembunyikannya baik-baik. Padahal, menstruasi adalah pengalaman yang unik dan patut dirayakan. Menstruasi bukan pengalaman memalukan, apalagi “kotor” hingga kamu harus menyembunyikannya. Menstruasi adalah penanda bahwa kamu mulai tumbuh dewasa sehingga kamu harus percaya diri menghadapinya.
Apa rahasia bakat? Bagaimana kita membukanya? Dalam karya inovatif ini, jurnalis dan penulis buku laris New York Times Daniel Coyle memberi orang tua, guru, pelatih, pebisnis—dan semua orang—dengan alat yang dapat mereka gunakan untuk memaksimalkan potensi dalam diri mereka sendiri dan orang lain. Baik Anda melatih sepak bola atau mengajar anak bermain piano, menulis novel, atau mencoba meningkatkan ayunan golf Anda, buku revolusioner ini menunjukkan kepada Anda cara menumbuhkan bakat dengan memanfaatkan mekanisme otak yang baru ditemukan. Menggambar pada neurologi mutakhir dan penelitian langsung yang dikumpulkan dalam perjalanan ke sembilan sarang bakat dunia—dari lapangan bisbol di Karibia hingga akademi musik klasik di bagian utara New York—Coyle mengidentifikasi tiga elemen kunci yang akan memungkinkan Anda untuk berkembang hadiah Anda dan optimalkan kinerja Anda dalam olahraga, seni, musik, matematika, atau apa saja. Latihan Mendalam--Semua orang tahu bahwa latihan adalah kunci sukses. Yang tidak diketahui semua orang adalah bahwa jenis latihan tertentu dapat meningkatkan keterampilan hingga sepuluh kali lebih cepat daripada latihan konvensional. Ignition--Kita semua membutuhkan sedikit motivasi untuk memulai. Tapi apa yang membedakan orang yang benar-benar berprestasi tinggi dari yang lain? Tingkat komitmen yang lebih tinggi—sebut saja gairah—lahir dari hasrat bawah sadar kita yang paling dalam dan dipicu oleh isyarat utama tertentu. Memahami bagaimana sinyal ini bekerja dapat membantu Anda menyalakan gairah dan mengkatalisasi pengembangan keterampilan. Pelatihan Master--Apa rahasia guru, pelatih, dan pelatih paling efektif di dunia? Temukan empat kebajikan yang memungkinkan para “pembisik bakat” ini mengobarkan semangat, menginspirasi latihan yang mendalam, dan mengeluarkan yang terbaik dari siswa mereka. Ketiga elemen ini bekerja bersama di dalam otak Anda untuk membentuk myelin, zat saraf mikroskopis yang menambah kecepatan dan akurasi dalam jumlah besar pada gerakan dan pikiran Anda. Para ilmuwan telah menemukan bahwa mielin mungkin saja merupakan cawan suci: dasar dari semua bentuk kebesaran, dari milik Michelangelo hingga Michael Jordan. Kabar baiknya tentang myelin adalah bahwa itu tidak diperbaiki saat lahir; sebaliknya, ia tumbuh, dan seperti apa pun yang tumbuh, ia dapat dibudidayakan dan dipelihara.
Aku tahu, aku telah menyebutkan ini berulang kali, mengingatkanmu lagi dan lagi, tapi akan kukatakan kembali di sini: Jagalah selalu gembira di hatimu, Nak. Selalu.
Ketiadaan ayah menciptakan ruang kosong dalam hati anak. Yang meskipun kita berusaha menutupinya dengan pencapaian, pujian, dan kesuksesan, kekosongan itu akan tetap kita rasakan. Jika kita biarkan, ruang kosong itu akan semakin menggerogoti jiwa kita dan membuat kita tenggelam dalam luka yang tak berkesudahan.
Sekolah Bisa Semerdeka Ini merupakan narasi penting dari SALAM (Sanggar Anak Alam). Sebuah sekolah di Nitiprayan, Yogyakarta, yang selama bertahun-tahun tahun dikenal dengan pembelajaran merdeka, benar-benar merdeka. Tujuh penulis menceritakan ekosistem SALAM sebagai subjek yang terlibat, bukan mengamati dari jauh. Dari sana kita menyaksikan ruang dialog antara siswa dengan fasilitator dan orang tua. Tidak ada keputusan tunggal, hanya ada kesepakatan. Pendidikan di SALAM memberi ruang bagi setiap orang untuk memilih apa yang dia suka dan mengatakan apa yang dia pikirkan. Salah satu model pendidikan pembebasan yang patut kita kaji.
FILSAFAT KEBAHAGIAAN Dari Plato, via Al-Farabi dan Al-Ghazali, Sampai Ki Ageng Suryomentaram. Orang boleh berbeda dalam banyak hal, tapi bakal bersepakat dalam satu hal: ingin bahagia. Sayangnya, makna bahagia itu tidak tunggal dan sama bagi semua orang. Bahagia bagi yang satu, boleh jadi bukan bahagia bagi yang lain. Bahagia itu ternyata macam-macam dan bisa saling bertentangan. Maka, layak sekali kalau orang bertanya: apa, sih, bahagia itu sebenarnya? Empat orang bijak—Plato, al-Farabi, al-Ghazali, dan Ki Ageng Suryomentaram—menawarkan konsep kebahagiaan, berikut cara-cara mencapainya. Meski masing-masing mengambil pendekatan berbeda, ada beberapa kesamaan yang mencolok: bahwa orang mesti mengenal diri sendiri sebagai titik berangkat, dan orang menemukan diri sendiri sebagai titik tujuan. Mustahil orang mencapai kebahagiaan kalau tidak tahu siapa dirinya dan apa makna bahagia bagi dirinya.