Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Memasak memang tentang takaran. Mungkin, hidup begitu juga. Kalau pas, bisa mencerahkan. Selepas kematian Mbah Nem, Tyo menyadari bahwa keluarganya takkan terlihat sama lagi. Kematian tersebut membuka fakta baru tentang Mbah Nem. Pertama, Mbah Nem bukan nenek kandungnya. Lantas, siapa Mbah Nem yang selama ini telah Tyo anggap mengalirkan darah di tubuhnya? Kedua, dalam kemelut masa revolusi, satu resep bumbu pecel berhasil menyelamatkan sebuah keluarga di Surakarta. Namun, resep tersebut bakal tenggelam bersama kematian Mbah Nem. Padahal, Tyo butuh resep tersebut untuk, sekali lagi, menyelamatkan sejarah keluarganya. Seiring perjalanan mencari resep pecel itu, rahasia-rahasia lain terbuka satu per satu. Tanpa Tyo sangka, resep itu menyimpan cerita tentang kesetiaan dan cinta Salinemseorang abdi dalem keluarga bangsawanyang menjadi saksi gejolak politik, perang, perlawanan, dan penderitaan yang melindas siapa saja.
EXO adalah salah satu idol grup yang didebutkan oleh salah satu rumah produksi asal Korea, SM Entertainment pada tahun 2012. EXO menjadi salah satu idol grup yang sukses dari generasi ketiga yang tidak hanya berkiprah di Korea, tetapi juga merambah luas ke negara bagian Asia yang lain. Lantas, seperti apakah idol generasi ketiga SM Entertainment ini dari awal pembentukannya hingga menjadi idol global yang mendunia seperti sekarang ini? SM Entertainment sendiri merupakan salah satu perusahaan asal Korea yang didirikan oleh Lee Soo Man pada tahun 1995. SM Entertainment merupakan perusahaan entertainment pertama yang memperkenalkan sistem casting, training, producing, dan sistem manajemen, melalui konten yang unik dengan menunjukkan kebutuhan akan mudik dan tren budaya. “EXO adalah sebuah buku ciptaan Lee Soo Man, untuk mengisi lembaran buku itu kami membutuhkan pulpen, bagi kami EXOL adalah pulpen yang akan terus menuliskan sejarah dan cerita di tiap lembar halaman buku yang kosong itu. Jika EXOL tidak ada maka tidak ada lagi cerita tentang EXO. EXO ada karena EXOL. Jadi, mari kita bersama untuk waktu yang lama.”
Hari ini melakukan kesalahan kecil, pasti merasa sangat berdosa. Namun esok ketika kesalahan itu terulang kembali, sedikit demi sedikit perasaan berdosa itu berkurang. Dan akhirnya, bila terbiasa melakukan kesalahan yang sama, rasa berdosa akan benar-benar hilang. Hari ini mencium bau busuk, rasanya seperti mau muntah. Namun esok saat menciumnya kembali, lagi, dan lagi, kita tidak akan lagi mencium apa pun. Setiap kesalahan harus secepatnya kita koreksi, sebelum perasaan bersalah dalam diri kita benar-benar hilang.
Bagi orang-orang yang ditinggalkan, kematian dan prosesi setelahnya bisa terasa sangat cepat. Pemakaman langsung dilakukan saat mereka masih syok, sedangkan emosi belum sepenuhnya menyala. Di saat bersamaan mereka harus menghadapi pertanyaan para peziarah tentang penyebab, waktu, dan detik-detik kematian. Lalu saat peziarah terakhir pulang dan pintu rumah tertutup, tiba-tiba kesunyian menyergap dari berbagai penjuru. Rasanya seperti memasuki tempat yang asing. Mereka tahu ini rumah yang sama seperti sebelumnya. Namun ketiadaan orang yang mereka cintai membuat seluruh sudut rumah ini terasa berbeda. Kematian adalah hal biasa bagi orang yang menyaksikan dari jauh, membaca dari berita, atau mendengar dari pengumuman di masjid. Setiap hari ada orang meninggal, setiap hari pula ada manusia lahir. Namun jika kematian itu menghampiri orang-orang yang kita sayangi, kita baru akan mengerti betapa ia bisa mengubah segalanya untuk selamanya. Mungkin arti hidup kita berubah. Berbagai kebahagiaan pun tidak lantas menghapusnya. Jika hati serupa ruangan, duka menjadi penghuni tetapnya. Tidak mudah “mengusirnya” dan melanjutkan hidup seolah tidak terjadi apa-apa. Buku ini ditulis berdasarkan penghayatan penulis atas pengalaman ditinggal orang tua. Ia mengajak kita melalui duka dengan menggenggam kenangan baik tentang sosok yang telah “pergi” sebagai penerangnya. Barangkali dengan begitu, kita bisa melalui terowongan kedukaan yang sangat panjang ini.
Barangkali kamu bingung, mengapa meskipun sudah menjalin hubungan dengan seseorang yang kamu sayang, kamu tetap sering merasa tidak cukup mendapat keamanan dan kenyamanan yang kamu inginkan? Atau, di usiamu yang sekarang, kamu ragu apakah kamu benar-benar merasa baik-baik saja tanpa pasangan, akan tetapi dalam waktu yang sama kamu merasa membutuhkan seseorang untuk berbagi nasib? Cetak Biru Cinta: Keluarga, Pengabaian, dan Relasi Idaman diadopsi dari tesis magister psikologi klinis UGM karya Zahwa Islami, yang sejak kecil bercita-cita menjadi psikolog untuk menjawab ragam pertanyaannya semasa kanak-kanak. Mengapa seseorang baik atau jahat, melakukan perundung atau penyayang, dan pendiam atau banyak omong. Bagaimana karakter seseorang menjadi penentu penting bagi sikapnya terhadap pasangan romantisnya? Data-data ilmiah yang telah disulap menjadi bacaan yang menyenangkan dalam buku ini akan mengajakmu menempuh perjalanan kembali ke titik awal kehidupanmu: bagaimana kondisi keluarga memengaruhi relasi romantismu, serta seperti apa hubungan yang kamu idamkan.
Otak manusia terdiri dari dua belahan, yaitu otak belahan kiri dan otak belahan kanan. Untuk mengoptimalkan potensi otak, penggunaan otak kiri dan kanan harus seimbang. Namun, kenyataan, terlebih dalam hal belajar, kebanyakan orang cenderung menggunakan otak kiri. Otak kiri mempunyai fungsi logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, evaluasi, analisis, dan daya ingatnya bersifat jangka pendek. Sedangkan otak kanan mempunyai fungsi imajinasi, musik, warna, emosi, bentuk, kreativitas, dan daya ingatnya bersifat jangka panjang. Kelebihan otak kanan inilah yang harusnya kita manfaatkan untuk belajar.
Belum ada deskripsi untuk buku ini.
Buku ini menawarkan pendekatan reflektif dan praktis bagi guru dalam mengembangkan karakter profesional yang efektif. Jacquie Turnbull mengidentifikasi sembilan karakter utama yang menjadi fondasi guru hebat, seperti empati, ketegasan, integritas, dan kemampuan membangun hubungan positif dengan siswa.
“Aku tahu kamu dari Afganistan. Alur pemikiranku seperti ini: ‘Ini tipe pria dari bidang medis, tapi dengan aura militer. Jelas seorang dokter tentara. Dia baru datang dari negara tropis, karena wajahnya gelap, dan itu bukan warna alami kulitnya, karena pergelangan tangannya cerah. Dia telah mengalami penderitaan dan penyakit, terlihat jelas dari wajahnya yang tirus. Lengan kirinya cedera. Dia memegangnya dengan sikap kaku dan tidak wajar. Di daerah tropis mana seorang dokter tentara Inggris bisa mengalami penderitaan parah dan lengannya terluka? Jelas di Afganistan.’” Diawali dari sebuah pertemuan yang sangat mengesankan, Dokter Watson tanpa ragu mengakui bahwa Sherlock Holmes lebih dari seorang genius berpengetahuan luas, tapi juga memiliki kecermatan luar biasa dalam mengamati apa pun di sekelilingnya. Ini adalah kasus pertama yang dihadapi sepasang detektif dari Baker Street 221B.