Temukan jendela dunia melalui ribuan koleksi buku kami yang siap menemani perjalanan belajar Anda.
Mengajar dengan baik bukanlah soal teknik yang dipakai, tetapi lebih kepada integritas dari pelakunya, yakni guru itu sendiri. Seorang guru AMPUH mampu menciptakan hubungan antara dirinya, mata pelajaran yang diajarkan, dan murid-murid sehingga mereka bisa menciptakan dunia mereka sendiri.
Sebuah karya yang tak lekang dimakan zaman, membawa pembaca menyusuri sejarah panjang dan berliku umat manusia. Dicekal oleh rezim Nazi Jerman pada zamannya, buku ini terus memukau pembaca muda dan dewasa dari generasi ke generasi dan telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa
Mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan sang pangeran melawan penjajahan Belanda.
Menceritakan perjalanan hidup Mas Karebet dari masa kecil hingga menjadi pendiri Kesultanan Pajang. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Erlangga/Emir dan dirancang khusus sebagai buku pengayaan sejarah Islam untuk siswa
Buku ini mengangkat kisah inspiratif Sultanah Safiatuddin, seorang ratu Kesultanan Aceh yang dikenal sebagai pemimpin arif, bijaksana, dan ulung dalam berdiplomasi. Selama masa kepemimpinannya, ia banyak berkontribusi bagi kemajuan Kesultanan Aceh sehingga mengubah pandangan tentang peran perempuan dalam dunia pemerintahan yang selalu dianggap kecil. Sosok dan teladannya merintis jalan bagi perempuan untuk mengambil peran aktif dalam perubahan dan kemajuan di tengah-tengah masyarakat.
Sunan Gunung Jati bernama asli Raden Syarif Hidayatullah. Ia lahir pada tahun 1448 M. Ayahnya bernama Syekh Syarif Abdullah. Ibunya bernama Nyai Rara Santang. Sunan Gunung Djati merupakan salah satu anggota Wali Songo. Ia ditugaskan untuk berdakwah di wilayah Jawa Barat dan Banten. Pada tahun 1482, Sunan Gunung Jati diangkat menjadi Sultan Cirebon. Pada masa pemerintahannya, Sunan Gunung Jati berhasil melakukan perluasan wilayah dan menyebarkan ajaran Islam dengan pesat di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Ratu ing Banten, yang bergelar Abu al-Fath ‘Abdul Fattah dilahirkan pada tahun 1637 M. Nama kecilnya adalah Pangeran Surya. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘Matahari Terbit’. Ia berwajah tampan, berotak encer sejak kecil, supel dalam pergaulan, dan berakhlak luhur. Kesultanan Banten mengalami kemajuan pesat dalam bidang pemerintahan dan politik, militer, ekonomi, sosial-budaya, dan agama di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Masa-masa ini sering disebut sebagai puncak keemasan Kesultanan Banten